Puisi

Petrichor

Ini siang hujan sudah jatuh Gemerintik perlahan sampai ke tanah. Sudah basah semua yang dikiranya hari ini kemarau. Sebab Mei mana mungkin ia datang kembali. Lalu bau hujan menyeruap hingga ke pojok-pojok bilik. Rupanya baunya seperti rindu yang masih tersisa. Lamat-lamat masuk terhirup Mengundang syahdu yang telah lama dikuburnya hingga ke perut bumi. Sebab boleh… Continue reading Petrichor

Puisi

Pura-Pura Tidak Tahu

Aku pernah memergokimu memandangku di sore itu. Aku tahu siapa yang mengisikan jingga-jingga di langit senja. Bahkan aku juga tahu siapa yang membuat laut biru Agar aku jatuh tenang di gelombangnya. Aku hanya pura-pura tidak tahu saja Bila ada sepasang mata yang sigap menerawangku. Kupikir hanya orang berlalu lalang sambil membawa karung-karung di pundaknya. Namun ternyata… Continue reading Pura-Pura Tidak Tahu

Puisi

Puisi Adalah Topeng

Puisi adalah deretan kata yang menari-nari di antara bait. Ia adalah topeng yang memiliki seribu wajah, Bahkan kau pun tak tahu rupa yang sebenarnya. Kadang ia berduka, tapi kadang bersembunyi di balik metafora-metafora yang mengkhianatimu. Kadang juga seperti belati, siap menusuk jantung tapi membuatmu tersenyum seketika. Kadang kala kau harus siap menerima kata pahit di balik… Continue reading Puisi Adalah Topeng

Puisi

Musim Hujan

Musim hujan tahun lalu, Ada yang tunduk di kaki ketakutan. Menyembunyikan kata demi kata pengharapan. Lalu, hanya bersembunyi dalam palung-palung risalah. Menggigil hatinya yang sudah membusuk. Menyeruap ke atas pikiran. Dan mati mengiringi riwayat-riwayat kehidupannya Sebelum ia tahu diri bahwa senja tak seperti biasanya Sedu sedan menjadi jubah yang bertandang. Putus sudah! Putus sudah! Begitu… Continue reading Musim Hujan

Puisi

Dipermainkan Hujan

Ada kalanya langit meniupkan kegelapan        Kemudian permulaan malam mengundang sang pengecoh Mulai menyemburkan satu hingga ribuan titik basah Pelan lalu meradang menjadi-jadi Apalah gerangan hari ini? Diputuskanlah emperan toko menjadi pelabuhan sementara Berbincang dua hingga ratusan kata tentang lalu lalang perkotaan Lalu, jatuh pada cerita penguasa ular yang memperbudak tikus jalanan Sesekali hujan mulai tenang,… Continue reading Dipermainkan Hujan